Minggu, 13 April 2014

10 Film pertama Kali Muncul di Indonesia

1. Loetoeng Kasaroeng (1926)
http://hermawayne.blogspot.com

Loetoeng Kasaroeng adalah sebuah film Indonesia tahun 1926. Meskipun diproduksi dan disutradarai oleh pembuat film Belanda, film ini merupakan film pertama yang dirilis secara komersial yang melibatkan aktor Indonesia.

2. Eulis Atjih (1927)
http://hermawayne.blogspot.com

Sebuah film bisu bergenre melodrama keluarga, film ini disutradarai oleh G. Kruger dan dibintangi oleh Arsad & Soekria. Film ini diputar bersama-sama dengan musik keroncong yang dilakukan oleh kelompok yang dipimpin oleh Kajoon, seorang musisi yang populer pada waktu itu. Kisah Eulis Atjih, seorang istri yang setia yang harus hidup melarat bersama anak-anaknya karena ditinggal suaminya yang meninggalkannya untuk berfoya-foya dengan wanita lain, walaupun dengan berbagai masalah, akhirnya dengan kebesaran hatinya Eulis mau menerima suaminya kembali walaupun suaminya telah jatuh miskin.

3. Lily Van Java (1928)
http://hermawayne.blogspot.com

Film yang diproduksi perusahaan The South Sea Film dan dibuat bulan Juni 1928. Bercerita tentang gadis yang dijodohkan orang tuanya padahal dia sudah punya pilihan sendiri. Pertama dibuat oleh Len H. Roos, seorang Amerika yang berada di Indonesia untuk menggarap film Java. Ketika dia pulang, dilanjutkan oleh Nelson Wong yang bekerja sama dengan David Wong, karyawan penting perusaahaan General Motors di Batavia yang berminat pada kesenian, membentuk Hatimoen Film. Pada akhirnya, film Lily van Java diambil alih oleh Halimoen. Menurut wartawan Leopold Gan, film ini tetap digemari selama bertahun-tahun sampai filmnya rusak. Lily van Java merupakan film Tionghoa pertama yang dibuat di Indonesia.

4. Resia Boroboedoer (1928)
http://hermawayne.blogspot.com

Film yang diproduksi oleh Nancing Film Co, yang dibintangi oleh Olive Young, merupakan film bisu yang bercerita tentang Young pei fen yang menemukan sebuah buku resia (rahasia) milik ayahnya yang menceritakan tentang sebuah bangunan candi terkenal (Borobudur). Diceritakan juga di candi tersebut terdapat sebuah harta karun yang tak ternilai, yaitu guci berisi abu sang Buddha Gautama.

5. Setangan Berloemoer Darah (1928)
Film yang disutradarai oleh Tan Boen San, setelah pencarian di beberapa sumber, sinopsis film ini belum diketahui secara pasti.

6. Njai Dasima I (1929)
http://hermawayne.blogspot.com

Film ini berasal dari sebuah karangan G. Francis tahun 1896 yang diambil dari kisah nyata, kisah seorang istri simpanan, Njai (nyai) Dasima yang terjadi di Tangerang dan Betawi/Batavia yang terjadi sekitar tahun 1813-1820-an. Nyai Dasima, seorang gadis yang berasal dari Kuripan, Bogor, Jawa Barat. Ia menjadi istri simpanan seorang pria berkebangsaan Inggris bernama Edward William. Oleh sebab itu, akhirnya ia pindah ke Betawi/Batavia. Karena kecantikan dan kekayaannya, Dasima menjadi terkenal. salah seorang penggemar beratnya Samiun yang begitu bersemangat memiliki Nyai Dasima membujuk Mak Buyung untuk membujuk Nyai Dasima agar mau menerima cintanya. Mak buyung berhasil membujuk Dasima walaupun Samiun sudah beristri. Hingga akhirnya Nyai Dasima disia-siakan Samiun setelah berhasil dijadikan istri muda.

7. Rampok Preanger (1929)
Ibu Ining tidak pernah menduduki bangku sekolah, tahun 1920-an adalah seorang penyanyi keroncong terkenal pada Radio Bandung (NIROM) yang sering pula menyanyi berkeliling di daerah sekitar Bandung. Kemudian ia memasuki dunia tonil sebagai pemain sekaligus sebagai penyanyi yang mengadakan pagelaran keliling di daerah Priangan Timur. Main film tahun 1928 yang berlanjut dengan 3 film berikutnya. Film-film itu seluruhnya film bisu. Ketika Halimoen Film ditutup tahun 1932, hilang pulalah Ibu Ining dari dunia film. Namun sampai pecahnya PD II, ia masih terus menyanyi dan sempat pula membuat rekaman di Singapura dan Malaya. Pada tahun 1935 ia meninggal dunia dalam usia 69 tahun karena sakit lever.

8. Si Tjonat (1929)
Cerita dalam film ini berputar pada kisah seseorang yang dijuluki si Tjonat. Nakal sejak kecil, si Tjonat (Lie A Tjip) melarikan diri ke Batavia (Jakarta) setelah membunuh temannya. Di kota ini ia menjadi jongos seorang Belanda, bukannya berterima kasih karena mendapat pekerjaan, ia juga menggerogoti harta nyai tuannya itu. Tak lama kemudian ia beralih profesi menjadi seorang perampok dan jatuh cinta kepada Lie Gouw Nio (Ku Fung May). Namun cintanya bertepuk sebelah tangan, penolakan Gouw Nio membuatnya dibawa lari oleh si Tjonat. Usaha jahat itu dicegah oleh Thio Sing Sang (Herman Sim) yang gagah perkasa.

9. Si Ronda (1930)
http://hermawayne.blogspot.com

Film ini disutradaria oleh Lie Tek Swie & A. LOEPIAS (Director of Photography), dan dibintangi oleh Bachtiar Efendy & Momo. Film ini bercerita tentang kisah seorang jagoan perkelahian yang mengandung unsur kebudayaan Cina.

10. Boenga Roos dari Tjikembang (1931)
http://hermawayne.blogspot.com

Film bersuara pertama di Indonesia, film ini menceritakan tentang hubungan antar etnis Cina & pribumi. Dalam film ini, The Teng Chun bertindak sebagai sutradara dan kamera. Cerita ini dikarang oleh Kwee Tek Hoay dan pernah dipentaskan Union Dalia Opera pada 1927, meskipun cuma ringkasan cerita saja, yaitu tentang Indo-Tiongha. Dan film ini diberitakan oleh pengarangnya film Cina buatan Java ini adalah karya Indo-Tiongha.

Bonus
Darah dan Doa (1950), film pertama Indonesia yang dibuat oleh orang Indonesia
http://hermawayne.blogspot.com

Darah dan Doa adalah sebuah film Indonesia karya Usmar Ismail yang diproduksi pada tahun 1950 dan dibintangi oleh Faridah. Film ini merupakan film Indonesia pertama yang sepenuhnya dibuat oleh warga pribumi. Film ini ialah produksi pertama Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini), dan tanggal syuting pertama film ini 30 Maret 1950, yang kemudian dirayakan sebagai Hari Film Nasional. Kisah film ini berasal dari skenario penyair Sitor Situmorang, menceritakan seorang pejuang revolusi Indonesia yang jatuh cinta kepada salah seorang Belanda yang menjadi tawanannya.

{ Read More }


Kamis, 10 April 2014

PDI Perjuangan Menang versi Quick Count

Hitung cepat atau quick count Pemilu 2014 telah dimulai. Hasil sementara penghitungan suara yang dilakukan CSIS dan Cyrus Network menunjukkan PDIP saat ini memimpin hasil perhitungan cepat dengan perolehan 18,74% suara.

Di bawahnya berturut-turut ada Golkar dan Gerindra dengan 12,83% dan 9,99%. Dari hasil exit poll ini, lima partai mempunyai suara lebih dari lima persen.

PDIP mendapatkan suara sebanyak 19,26 persen; Partai Golkar mendapat 12,86 persen; Gerinda dengan 10,26 persen; Demokrat 7,7 persen; dan PKB dengan 6 persen suara. Sedangkan 10 partai lain hanya mendapatkan suara di bawah 5 persen.

Exit Poll dilakukan dengan cara mewawancarai pemilih yang baru saja keluar dari TPS. Lembaga survey menetapkan bahwa jumlah yang harus diambil adalah 8000 orang yang tersebar di 2000 TPS di 2000 desa/kelurahan di 77 Daerah Pemilihan 33 Provinsi se Indonesia.

Metode Quick Count ini menggunakan perbandingan jumlah responden laki-laki dan perempuan sebesar 50 : 50.

Survei ini menggunakan metode multisage random sampling. Tingkat kepercayaan survei ini 95 persen dengan margin eror 1,1 persen. Untuk sementara data yang masuk total 96,5 persen dengan total sample 7.700 orang.

Untuk menjaga keakuratan data, metode ini menggunakan Multistage Random Sampling dengan Margin of Error sebesar 1,1 persen. Hal ini membuat metode ini memiliki tingkat kepercayaan mencapai 95 persen :

Berikut hasil exit poll hasil kerjasama CSIS dan Cyrus Network sementara sesuai nomor urut partai politik per pukul 12.10 WIB :

1. Nasdem       : 4,44%
2. PKB              : 6,67%
3. PKS              : 4,62%
4. PDIP             : 18,74%
5. Golkar         : 13,00%
6. Gerindra      : 9,94%
7. PD                : 8,02%
8. PAN             : 4,27%
9. PPP :             4,30%
10. Hanura      : 4,85%
14. PBB            : 0,87%
15. PKPI           : 0,41%

#Hasil Quick Count Bukan Hasil Resmi KPU - Lihat pula : Hasil Quick Count 5 Lembaga Survei Pemilu 2014

{ Read More }


Senin, 07 April 2014

Inilah Perbedaan Polisi Tidur di Indonesia dan di Luar Negeri


Berawal dari banyaknya yang bikin polisi tidur di deket rumah, ane jadi pengen ngebandingin polisi tidur di indonesia sama dluar negeri. langsung aja liat penampakannya

Aturan di Indonesia Tentang Alat Pengendali Pemakai Jalan
Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 3 Tahun 1994 Tentang Alat Pengendali Pemakai Jalan

1) Alat pengendali dan pengaman pemakai jalan dimaksud adalah :
a) Alat pengendali pemakai jalan digunakan untuk pengendalian atau pembatasan terhadap kecepatan, ukuran muatan kendaraan pada ruas-ruas jalan tertentu, terdiri dari :

(1) Alat pembatas kecepatan adalah kelengkapan tambahan pada jalan yang berfungsi untuk membuat pengemudi kendaraan bermotor mengurangi kecepatannya(ini malah bikin celaka ) dengan cara peninggian sebagian badan jalan yang melintang terhadap sumbu jalan, dengan ketentuan sebagai berikut :

(a) bentuk penampang melintang menyerupai trapesium.
(b) dan bagian menonjol diatas badan jalan maksimum 12 cm dan penampang kedua sisinya mempunyai kelandaian 15 %.
(c) dengan lebar mendatar bagian atas proporsional dengan bagian menonjol diatas badan jalan dan minimum 15 cm.
(d) Ditempatkan pada jalan dilingkungan pemukiman, jalan lokal III C dan jalan-jalan yang sedang dilakukan pekerjaan konstruksi.
(e) Penempatannya didahului dengan dengan pemberian tanda dan pemasangan rambu lalu lintas. (ga pernah ada rambunya )
(f) Diberi tanda berupa garis serong dari cat berwarna putih(boro2 dicat, polos semua ).

Perbandingan Polisi Tidur di Indonesia & di Luar Negeri

- Polisi Tidur di Luar Negeri Polisi tidurnya mewah, kaya bikinan pabrik trus langsung ditempel di jalan


- Polisi Tidur di Indonesia dibikin dari semen, trus langsung ditaplok di jalan, dibentuk2in


- Polisi Tidur di Luar Negeri dikasih cat biar pengendara tau di depan sana ada polisi tidur


- Kalau di Indonesia Boro2 di cat gan, pokonya ga keliatan


- Polisi tidur di Luar Negeri dibuat di pabrik, pake bahan baku yang cocok


- Kalau di Indonesia dibuat dari apa aja boleh yang penting bisa dipake


- Bikin polisi tidur aja ada aturannya, derajat kemiringannya, tinggi maksnya


- Kalau di Indonesia langsung dibikin ga pake aturan


source
{ Read More }


Minggu, 06 April 2014

Tips Mengurangi Rasa Grogi

Grogi memang menjadi penghambat kita dalam melakukan sesuatu. Misalnya kita harus presentasi di dalam kelas, ketika mau bicara rasanya sulit sekali. Kemudian setelah bicara, ucapan menjadi terputus-putus dan akhirnya apa yang disampaikan menjadi tidak jelas. Presentasi pun hancur berantakan.. Kasus grogi juga banyak dijumpai dalam acara lainnya.

Kesal banget kan sama si grogi ini, coba dia ga ada pasti presentasi menjadi lancar dan bla bla bla bla bla... Lho, kok malah nyalahin si grogi, hehehe.. 

Untuk bisa mengurangi grogi, maka bisa dicoba cara ini :

(1) Yakinkan diri
Yakinlah bahwa kita bisa dan tenangkanlah diri dengan menarik nafas dalam-dalam.

(2) Kuasai materinya
Jika sudah menguasai materinya maka kita akan menjadi lebih lancar dalam ngomong dan ucapan terputus-putus bisa dikurangi.

(3) Seringlah bicara di depan umum
Misalnya dikelas, seringlah bertanya ataupun menjawab. Ini secara pelan-pelan akan membangun kepercayaan diri bahwa kita itu bisa ngomong di depan umum. Cara ini juga bisa dicoba ditempat lainnya.

(4) Dibawa santai saja
Memikirkan untuk tampil di depan dengan keras akan membuat kita tambah deg-degan dan menjadi tidak tenang. Jadi santai sajalah, let it flow.. Dan sering sifat seperti ini membuat semuanya menjadi lancar lho..

(5) Sering latihan
Sebelum tampil, pastikan kita sudah sering latihan dan latihan. Ini agar ketika presentasi atau yang lainnya, kita sudah memiliki gambaran apa yang akan dilakukan.

(6) Seringlah mengambil kesempatan tampil di depan
Dengan sering tampil, maka kita akan semakin menguasai panggung dan rasa grogi pun akan semakin mudah diatasi.

Semoga membantu ya..
{ Read More }


IconIconIconFollow Me on Pinterest